Membuat Pupuk Organik ( MKP Organik )

 

Cara Membuat Pupuk Organik ( MKP Organik ) untuk Pembungaan & Pembuahan

Pada fase generatif tanaman—yakni fase pembungaan dan pembuahan—tanaman memerlukan fosfor (P) dan kalium (K) dalam jumlah tinggi. Fosfor merangsang pembentukan bunga dan memperkuat akar, sedangkan kalium memperbesar buah, meningkatkan kualitas panen, serta memperkuat ketahanan tanaman.

Petani biasanya menggunakan pupuk MKP (Mono Kalium Phosphat, KH₂PO₄) sebagai pupuk kimia larut air yang kaya fosfor dan kalium. Namun, Anda bisa membuat alternatif organiknya sendiri di rumah dari bahan alami.


Apa Itu Pupuk Organik Cair Kaya P dan K?

Pupuk ini merupakan pupuk organik cair hasil fermentasi bahan-bahan lokal yang kaya kalium dan fosfor, diperkaya mikroorganisme aktif dari EM4. Tujuannya untuk mendukung pertumbuhan generatif secara alami, murah, dan ramah lingkungan.

📚 Referensi:

  • FAO Fertilizer Use Guide (2015)

  • Jurnal Hortikultura Tropika IPB (2019)

  • Badan Litbang Pertanian – Kementan RI (2018)


Bahan-Bahan dan Kandungannya

BahanKandungan UtamaFungsi
Kentang (2–3 buah)Karbohidrat, fosforEnergi awal fermentasi, sumber fosfor alami
Pisang matang (1 sisir)Kalium, glukosa, vitamin BMeningkatkan pembungaan dan rasa buah
Kulit dan bonggol pisangKalium tinggi, seratSumber kalium dan bahan organik fermentasi
Serasah daun lapuk (3 genggam)Mikroba alamiMenyumbang mikroorganisme lokal pengurai
Air kelapa (10 liter)Kalium, enzim, senyawa bioaktifMedia cair fermentasi dan stimulan mikroba
Gula merah/molase (250 gram)KarbonMakanan untuk mikroba selama fermentasi
EM4 Pertanian (100 ml)Mikroba fermentasi (Lactobacillus spp., Rhodopseudomonas spp.)Mempercepat dekomposisi dan fiksasi unsur hara

Peralatan yang Dibutuhkan

  • Ember plastik 20 liter

  • Botol bekas galon air

  • Blender

  • Kompor & panci

  • Talenan & pisau

  • Kain bersih untuk menyaring


Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair P-K

Langkah Persiapan

  1. Potong kentang kecil-kecil, rebus 15 menit hingga lunak, lalu dinginkan.

  2. Blender kentang rebus hingga halus.

  3. Cincang bonggol pisang dan potong kulit pisang.

  4. Blender pisang matang (bisa bersama kulitnya).

  5. Masukkan semua bahan ke dalam ember berisi 10 liter air kelapa.

Aktivasi EM4 (dilakukan terpisah sebelum dicampur)

  • Larutkan 250 gram gula merah/molase dalam 1 liter air hangat.

  • Tambahkan 5–7 tutup EM4, aduk, diamkan 30 menit agar mikroba aktif.

Fermentasi

  1. Tambahkan larutan EM4 ke dalam ember.

  2. Bungkus serasah daun lapuk dalam kain, peras hingga sari mikroba tercampur dalam larutan.

  3. Aduk semua bahan hingga merata.

  4. Masukkan larutan ke dalam botol galon dan tutup rapat.

  5. Simpan di tempat teduh selama 21–30 hari. Buka sedikit tutup botol setiap 3 hari untuk melepas gas.

  6. Setelah fermentasi selesai, saring cairan dan simpan dalam botol tertutup.


Dosis dan Cara Aplikasi

Pupuk ini bisa diaplikasikan pada sayuran, buah-buahan, tanaman hias, dan tanaman keras lainnya:

1. Kocor (aplikasi ke akar)

  • Dosis: 20–25 ml per liter air

  • Frekuensi: Setiap 10–14 hari sekali

  • Tujuan: Menyuburkan akar dan memperkaya media tanam

2. Semprot (aplikasi ke daun)

  • Dosis: 10–15 ml per liter air

  • Waktu: Pagi atau sore hari

  • Frekuensi: 10–14 hari sekali

  • Tujuan: Menstimulasi pembentukan bunga dan buah


Keunggulan Pupuk Ini

Murah dan mudah dibuat
Berbahan alami tanpa residu kimia
Mengandung nutrisi penting untuk fase pembungaan dan pembuahan
Memperbaiki kesehatan tanah dan mikroorganisme di sekitar akar
Bisa disimpan selama ±3 bulan jika disimpan di tempat sejuk dan gelap


Kesimpulan

Pupuk organik cair kaya kalium dan fosfor ini adalah solusi ideal bagi petani dan pekebun yang ingin meningkatkan hasil panen secara alami dan berkelanjutan. Dengan bahan dapur dan limbah organik, Anda bisa menciptakan pupuk generatif yang mendukung ekosistem tanah dan kesehatan tanaman.


Referensi

  • FAO. (2015). Fertilizer Use Manual.

  • Kementerian Pertanian RI. (2018). Teknologi Pemupukan Organik Berbasis Mikroba.

  • Jurnal Hortikultura Tropika IPB. (2019). Pemanfaatan Mikroba Lokal pada Pupuk Fermentasi.

  • EM4 Pertanian. (2020). Panduan Aktivasi dan Pemanfaatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mana yang Lebih Unggul: Pupuk Kandang dari Ayam, Sapi, atau Kambing?

🌿 Membuat Pupuk Cair Asam Amino Organik dengan EM4: Solusi Alami, Murah, dan Ramah Lingkungan untuk Pertanian Berkelanjutan

Pembenah Tanah Alami: Inovasi Ramah Lingkungan untuk Kesuburan Lahan Pertanian